7 Kutipan Pidato Sukarno tentang Kemerdekaan untuk 1 Indonesia Merdeka

Ga terasa ya Indonesia sudah merdeka selama 71 tahun. Semoga langgeng terus ya … (kaya apa aja ya … hehehe). Tapi ga salah kan … wong sebagai warga Negara pasti ingin negaranya berumur panjang … Iya toh… Ga hanya berumur panjang sih, tapi juga semakin maju, semakin sejahtera rakyatnya, semakin berkurang korupsinya, semakin … semakin … banyak lah … yang baik-baik tentunya yaa …

Continue reading

Advertisements

26 Kutipan Terbaik dari Novel Tomodachi karya Winna Efendi

Siapa sebenarnya Winna Efendi? Winna Efendi adalah seorang penulis perempuan Indonesia yang telah menerbitkan beberapa buku dan novel, diantaranya Kenangan Abu-Abu (2008), Ai (2009), Refrain (2009), Glam Girls Unbelieveble (2009), Remember When (2011), Unforgettable (2012), Truth or Dare (2012), Draf 1 : Taktik Menulis Fiksi Pertamamu (2012), Melbourne : Rewind (2013), Tomodachi (2014), Happily Ever After (2014), dan Girl Meet Boy (2015).

Tomodachi adalah sebuah novel karya Winna Efendi yang berkisah tentang persahabatan dan cinta masa SMA berlatar belakang Jepang beserta budayanya. Gambaran masa-masa SMA yang indah dan penuh dengan cerita diulas dengan cukup lugas dan mengena di hati membuat siapapun yang membaca novel ingin kembali ke masa-masa SMA. Ya seperti itulah perasaan saya ketika membaca novel ini. Membaca novel ini membuat saya seperti menonton anime Jepang.

Continue reading

Hidup Itu Cerminan Diri Kita

Suatu hari, pada masa libur sekolah, seorang ayah dan putranya pergi berjalan-jalan melalui pegunungan. Di tengah perjalanan, tiba-tiba anak itu jatuh dan kakinya terluka. Dengan reflek, anak itu berteriak, “Ahhhh!”

Namun anak itu terkejut karena tak lama setelah ia berteriak kesakitan, ia pun mendengar suara yang sama, “Ahhhh!”

Hal ini membuatnya penasaran. Jadi, ia berteriak, “Siapa kau?” Kembali datang jawaban yang sama, “Siapa kau?”

Merasa terusik, ia berteriak, “Pengecut!” Kembali datang jawaban yang sama, “Pengecut!”

Kemudian dia menatap ayahnya dan bertanya : “Apa yang terjadi, Ayah?” Ayahnya tersenyum dan berkata: “Anakku, coba perhatikan”.

Sembari menatap lembah yang terbentang dihadapannya, ayahnya berteriak dengan lantang ke gunung, “Saya mengagumimu!” Suara itu pun menjawab: “Saya mengagumimu!”

Sekali lagi pria itu berteriak: “Engkau sang juara!” Suara itu menjawab, “Engkau sang juara!”

Anak itu kagum, tapi dia sangat bingung. Tak lama kemudian ayahnya menjelaskan.

“Kau hanya mendengar gema, Anakku. Suara yang kita keluarkan akan dipantulkan kembali oleh pegunungan. Seperti itulah kehidupan ini bekerja, Anakku. Semua akan kembali kepadamu apa yang kau pikirkan, katakan, dan lakukan”.

Memang benar adanya. Hidup yang kita jalani sejatinya adalah cerminan dari pikiran dan tindakan yang kita lakukan. Jika kita ingin memiliki lebih banyak cinta, maka kita harus menciptakan lebih banyak cinta dalam hati kita. Jika kita ingin diperlakukan dengan baik, maka kita juga harus memperlakukan orang lain dengan baik pula.

Hal ini berlaku untuk segala sesuatu, di segala aspek kehidupan. Apa yang kita berikan pada hidup, hidup akan mengembalikannya pada kita. Hidup yang kita jalani bukanlah suatu kebetulan. Setiap saat yang jalani dalam hidup adalah cerminan dari kita.

Sumber : A Gift of Inspiration

Ketika Letih Datang Menghampiri

Tuhanku Yang Maha Melapangkan

…Ingin rasanya aku menyerah,
melepaskan ini semua dan
membiarkan diriku hilang
dalam ketidak-pedulian.

Tapi aku tak mungkin ikhlas
membiarkan jiwa baikku ini rusak.

Sebetulnya aku hanya letih
dan sedikit merasa tak disayangi

Tapi aku tahu,
Engkau mencintaiku.

Tuhan,
lapangkahlah dadaku,
teduhkanlah wajahku,
dan tinggikanlah derajatku

Aamiin

-Mario Teguh

Berpikir Dua Kali Sebelum Mengatakan Sesuatu

Di suatu kota yang kecil, hiduplah seorang pria buta. Pria itu selalu membawa lampu di tangannya kemanapun ia pergi di malam hari.

Di suatu malam yang gelap, ia pergi dengan membawa lampu di tangannya. Di tengah jalan, pria buta itu berpapasan dengan segerombolan pemuda. Mereka melihat pria buta itu dan mulai mengganggunya.

Mereka bilang, “Pria buta, mengapa kau selalu membawa lampu itu, kau kan buta dan tidak bisa melihat apapun?”

Pria buta itu kemudian menjawab, “Lampu ini bukan untukku. Tapi lampu ini untuk membantu kalian yang bisa melihat. Jika aku tidak membawa lampu ini bisa jadi kalian tidak dapat mengetahui kedatanganku dan menabrakku.”

Mendengar perkataan pria buta itu mereka menjadi malu dan meminta maaf padanya.

Hendaknya kita berpikir dua kali sebelum mengatakan sesuatu.

Sumber : preserarticles.com

Es Krim

Suatu hari, seorang anak laki-laki yang berusia 10 tahun bernama Amir masuk ke sebuah coffee shop dan duduk untuk memesan es krim.

Seorang pelayan kemudian datang dan menaruh segelas air putih di meja Amir.

“Berapa harga es krim sundae?” Tanya Amir dengan tersenyum.

“Lima puluh sen ”, jawab pelayan dengan ketus sambil melihat sekeliling.

Amir kemudian merogoh saku celananya dan dengan perlahan mengambil beberapa uang koin di dalamnya.

“Hmm…kalau begitu, berapa harga es krim, Tuan?” tanya Amir dengan ramah.

Saat bersamaan datang beberapa orang ke coffe shop dan pelayan menjadi tidak sabar.

“Tiga puluh lima sen” jawab pelayan dengan kasar.

Amir kembali menghitung uang koinnya. “Saya pesan es krim saja” ujar Amir dengan lembut.

Segera pelayan membawa es krim dan menempatkannya di meja Amir dengan sedikit kasar. Kemudian pelayan menyobek kertas pesanan dari buku catatannya, menyimpannya di meja dan melangkah pergi tanpa tersenyum.

Amir begitu menikmati es krim yang ia pesan.

Setelah selesai, Amir membayar ke kasir di dekat pintu dan kemudian pergi pulang ke rumah dengan penuh rasa bahagia.

Ketika pelayan kembali ke meja Amir, wajahnya seketika berubah. Ia mulai menangis selagi melap meja.

Di meja itu, ternyata Amir menyimpan dua koin masing-masing lima sen dan lima koin masing-masing satu sen.
Amir memang tidak mendapatkan es krim sundae yang ia inginkan, karena ia sengaja menyisihkan sebagian uang koinnya yang berjumah 15 sen sebagai tip untuk pelayan tersebut.

Sumber : storiesformuslimkids.com