Kamu dimana.

Memang belum setahun atau lebih, tapi baru beberapa bulan saja rasanya sudah seperti lama sekali. Aku tidak tahu kamu kemana, dimana. Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu sehat-sehat saja?

Kamu dimana.

Bahkan saat hari raya kemarin kamu tidak ada. Tidak ada pesan. Tidak ada ucapan selamat. Tidak ada apa-apa. Biasanya, ketika hari raya tiba kita selalu bermaaf-maafan. Tapi kali ini tidak. Aku hanya bisa menyampaikan ucapan selamat serta permohonan maafku dalam hati. Karena kamu tidak ada.

Kamu dimana.

Di hari kamu berulang tahun, aku sampaikan ucapan selamat serta doa yang tulus. Tapi kamu tidak ada. Biasanya, ketika aku sampaikan ucapan selamat ulang tahun pada pergantian hari kamu selalu ada. Tapi kali ini tidak sama sekali.

Kamu dimana.

Kamu sudah pergi jauh ya.

Kamu menghilang ya.

Kamu dimana.

Kamu sudah berjanji tidak akan pergi.

Kamu dimana.

Aku selalu takut kamu pergi. Aku tidak ingin kamu pergi. Tapi, kamu pergi. Kamu pergi tanpa pesan. Hal yang selama ini aku takutkan akhirnya terjadi jua.

Menyakitkan.

Apakah kamu pergi karena aku berbuat salah?

Apakah kamu sudah lupa padaku?

Apakah ….

Apakah …

Kamu dimana.

….

*Untuk kamu yang pergi entah kemana.

 

Advertisements