7 Kutipan Pidato Sukarno tentang Kemerdekaan untuk 1 Indonesia Merdeka

Ga terasa ya Indonesia sudah merdeka selama 71 tahun. Semoga langgeng terus ya … (kaya apa aja ya … hehehe). Tapi ga salah kan … wong sebagai warga Negara pasti ingin negaranya berumur panjang … Iya toh… Ga hanya berumur panjang sih, tapi juga semakin maju, semakin sejahtera rakyatnya, semakin berkurang korupsinya, semakin … semakin … banyak lah … yang baik-baik tentunya yaa …

Ya kita ga usah bahas kondisi sekarang lah ya … sudah banyak pakar, pengamat dan komentator yang kompeten untuk itu. Kalau saya sih hanya ingin berbagi saja. Biasanya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, banyak sekali bertebaran kutipan-kutipan yang bernafaskan nasionalisme dari tokoh-tokoh ternama baik dari Negara kita sendiri maupun tokoh-tokoh dari belahan dunia lain … eh… Negara lain maksudnya.

Nah, saya juga mau berbagi nih beberapa kutipan dari Presiden Pertama RI Sukarno tentang kemerdekaan. Mengapa Sukarno? Ya, kita semua tahu beliau adalah salah satu pendiri bangsa Indonesia, Presiden Pertama RI, dan juga dikenal sebagai orator ulung.

Kutipan dari Sukarno tentang kemerdekaan ini saya ambil dari dua buah buku. Pertama adalah buku Indonesia Mengguggat yang merupakan pidato pembelaan Sukarno di muka hakim kolonial di Bandung pada tahun 1930. Kedua adalah buku Tjapailah Bintang-bintang Dilangit! (Tahun Berdikari) yang merupakan Pidato Presiden Sukarno pada Hari Ulang Tahun ke-20 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1965.

Apa saja kutipan Sukarno tentang kemerdekaan? Kita baca selanjutnya …

  1. “Kemerdekaan adalah syarat yang amat penting bagi kesempurnaan rumah tangga tiap-tiap negeri, tiap-tiap bangsa, baik bangsa Timur maupun bangsa Barat, baik bangsa kulit berwarna maupun bangsa kulit putih. Tiada suatu bangsa bisa mencapai kebebasan sonder kemerdekaan nasional, tidak ada satu negeri bisa menjadi teguh dan kuasa, umpama ia tidak merdeka”. (Indonesia Menggugat – Pidato Pembelaan Bung Karno Dimuka Hakim Kolonial, 1930)
  2. “… Kalau bangsa Indonesia ingin mencapai kekuasaan politik, yakni ingin merdeka, kalau bangsa kami itu ingin menjadi tuan di dalam rumah sendiri, maka ia harus mendidik diri sendiri, menjalankan perwalian atas diri sendiri, berusaha dengan kebiasaan dan tenaga sendiri!…” (Indonesia Menggugat – Pidato Pembelaan Bung Karno Dimuka Hakim Kolonial, 1930)
  3. “… kekuasaan politik, kemerdekaan, hanyalah bisa didatangkan oleh usaha rakyat Indonesia sendiri! … “(Indonesia Menggugat – Pidato Pembelaan Bung Karno Dimuka Hakim Kolonial, 1930)
  4. “Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib-bangsa dan nasib-tanah-air di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya”. (Pidato Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1945 dalam buku Tjapailah Bintang-bintang Dilangit! (Tahun Berdikari) – Pidato Presiden Sukarno pada Hari Ulang Tahun ke-20 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1965).
  5. “Kita cinta damai, tetapi kita lebih lagi cinta kemerdekaan”. (Pidato “Sekali Merdeka, tetap Merdeka!” – Pidato Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1946 dalam buku Tjapailah Bintang-bintang Dilangit! (Tahun Berdikari) – Pidato Presiden Sukarno pada Hari Ulang Tahun ke-20 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1965).
  6. “Kita tidak mau dimakan. Dus kita melawan! … Sesudah Belanda menggempur … mulailah ia dengan politiknya divide et empera, politiknya memecah belah … maka kita bangsa Indonesia harus bersemboyan bersatu, berjuang, berkuasa!”. (Pidato “Rawe-rawe rantas, malang-malang putung!” – Pidato Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1947 dalam buku Tjapailah Bintang-bintang Dilangit! (Tahun Berdikari) – Pidato Presiden Sukarno pada Hari Ulang Tahun ke-20 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1965).
  7. “Kemerdekaan tidak menyudahi soal-soal, kemerdekaan malah membangunkan soa-soal, tetapi kemerdekaan juga memberi jalan untuk memecahkan soal-soal itu. Hanya ketidakmerdekaanlah yang tidak memberi jalan untuk memecahkan soal-soal … Rumah kita dikepung, rumah kita hendak dihancurkan … Bersatulah. Bhinneka Tunggal Ika. Kalau mau dipersatukan, tentulah bersatu pula!” (Pidato “Seluruh nusantara berjiwa Republik” – Pidato Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1948 dalam buku Tjapailah Bintang-bintang Dilangit! (Tahun Berdikari) – Pidato Presiden Sukarno pada Hari Ulang Tahun ke-20 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1965).

Itulah 7 kutipan Sukarno tentang kemerdekaan untuk 1 Indonesia Merdeka yang sengaja saya bagi sebagai pengingat buat saya sendiri terutama juga mungkin buat semua orang tentang kemerdekaan.

Dirgahayu Republik Indonesia.

Sekali Merdeka tetap Merdeka!

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s