Siapa sebenarnya Winna Efendi? Winna Efendi adalah seorang penulis perempuan Indonesia yang telah menerbitkan beberapa buku dan novel, diantaranya Kenangan Abu-Abu (2008), Ai (2009), Refrain (2009), Glam Girls Unbelieveble (2009), Remember When (2011), Unforgettable (2012), Truth or Dare (2012), Draf 1 : Taktik Menulis Fiksi Pertamamu (2012), Melbourne : Rewind (2013), Tomodachi (2014), Happily Ever After (2014), dan Girl Meet Boy (2015).

Tomodachi adalah sebuah novel karya Winna Efendi yang berkisah tentang persahabatan dan cinta masa SMA berlatar belakang Jepang beserta budayanya. Gambaran masa-masa SMA yang indah dan penuh dengan cerita diulas dengan cukup lugas dan mengena di hati membuat siapapun yang membaca novel ingin kembali ke masa-masa SMA. Ya seperti itulah perasaan saya ketika membaca novel ini. Membaca novel ini membuat saya seperti menonton anime Jepang.

Saya juga menemukan beberapa kutipan yang menginspirasi atau menjadi sebagai pengingat saya tentang hidup, cinta, dan persahabatan. Berikut adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari novel Tomodachi karya Winna Efendi.

  1. Waktu mengubah seseorang. (hal.62)
  2. Karena kita teman, dan teman membantu sama lain. (hal.88)
  3. Kesedihan ada untuk dilepaskan, bukan untuk disimpan. Untuk setiap kesedihan, akan ada kebahagiaan baru yang dapat menggantikannya. (hal.109)
  4. “Cinta itu rumit, ya.” ….. “Orang yang kau sukai tidak selalu membalas perasaannmu. Kadang kau jatuh cinta pada orang yang salah. Dan kadang, kau bahkan tak sadar ada orang yang selama ini dengan tulus menyukaimu.” (hal.119)
  5. Namun, apa yang harus kau lakukan saat mengetahui cinta pertamamu menyukai orang lain? Setiap hari memandanginya dari kejauhan berharap suatu hari nanti akan dapat berada di sisinya. Meskipun dia menyukai orang lain, rasa suka yang ada tidak akan memudar. Mengakhiri rasa suka untuk seseorang tidak sesederhana mengucapkan selamat tinggal; apa pun yang kau katakan, perasaan yang ada tidak akan pergi hanya karena kau menginginkannya. (hal.122-123)
  6. Semoga perasaannku dapat tersampaikan dengan jujur, apa pun bentuknya. (hal.132)
  7. Penantian satu hari terasa seperti bertahun-tahun lamanya. Siapa pun yang pernah menunggu seseorang pasti mengerti arti dari sebuah penantian, tanpa mengetahui apakah orang tersebut juga akan menunggumu, apakah kalian akan bertemu kembali. (hal.137-138)
  8. Apakah kau pernah menunggu seseorang yang kau sukai, berharap dia memperhatikanmu? Berharap suatu hari nanti, dia menyadari bahwa ada seseorang yang menyukainya. Menyukainya diam-diam, sampai akhirnya menyadari bahwa selama ini orang yang disukainya menyayangi orang lain. (hal.138)
  9. “Manusia selalu bertanya-tanya tentang banyak hal. Mengapa kita bertemu, mengapa orang-orang harus berpisah, mengapa beberapa tidak bisa bersama, mengapa waktu tidak dapat diputar kembali. Apa alasannya, aku tidak tahu. Tapi aku yakin, segala sesuatu beralasan. Unmei, sadame, hitsuzen – nasib, takdir, hal-hal yang tidak dapat dihindari, semuanya memiliki peran dalam hidup kita. Mungkin kita tidak mengetahui alasannya sekarang, tapi suatu hari nanti, segalanya akan lebih jelas.” – Tomoki. (hal.139)
  10. Melihat ke belakang dan memahami bahwa apa yang telah terjadi bukanlah untuk diratapi, tetapi untuk dijalani. (hal.139)
  11. Segala sesuatu terjadi karena memiliki alasan masing-masing. (hal.142)
  12. Setiap kali ingin menyerah, aku selalu mengingat satu hal. Garis akhir terbentang di hadapanku, dan satu langkah lagi akan membawaku sedikit lebih dekat menuju tujuan. (hal.149)
  13. Kau telah berusaha yang terbaik. Jangan bersedih. Aku akan terus mendukungmu. (hal.155)
  14. Mimpi adalah sebuah destinasi … Yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengambil langkah pertama untuk bergerak menuju mimpi tersebut. (hal.166)
  15. Terkadang rasa sedih dapat mengalahkan segala perasaan lain, membuatmu merasa mati rasa. (hal.185)
  16. Segala sesuatu itu tidak selalu seperti apa yang kau kira. Bahkan apa yang ada di depan mata tidak selalu seperti apa yang terlihat. (hal.190)
  17. “Menerima pertolongan dari teman tidak berarti kau lemah.” – Tomomi. (hal.217)
  18. Luka memiliki cara untuk mengingatkan kita pada hal-hal tertentu, baik itu hal baik maupun yang buruk. Itulah keindahan luka; luka dalam hati, juga luka fisik. (hal.222)
  19. Yang perlu kau lakukan adalah percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Kebahagiaan tak pernah terlalu jauh dari jangkauan. … Kalau kau percaya, ia akan datang dengan sendirinya. (hal.222)
  20. Hidup manusia seperti permainan, ia memiliki banyak babak. Kadang kita akan kalah, kadang kita menang, tapi yang terpenting adalah menjalankannya dengan sebaik mungkin. Babak-babak yang sudah berlalu tidak akan dapat diulang kembali, tapi momen-momen keemasan yang pernah ada akan selalu menjadi kenangan terbaik. (hal.228)
  21. “… pintar-pintarlah mencari tahu suara hatimu … kalau tak jeli mendengarkan kata hatimu, suatu hari nanti semuanya akan terlambat …” – Tabitha
  22. Percaya atau tidak, setiap karya mewakili sesuatu penciptanya, baik itu emosi yang dirasakannya, pengalaman hidup, maupun impiannya. Biasanya, saat berkaryalah seseorang paling jujur mengenai perasaannya.(hal.305)
  23. Kenangan akan terus bergulir, tanpa mengenal waktu. Kami semua tetap hidup di bawah langit yang sama, menjalani kehidupan masing-masing. Apakah kami akan berpisah, atau bertemu lagi suatu hari nanti-entahlah, siapa yang tahu. Tetapi, bukankah ada keindahan tersendiri dari membuat kenangan baru? (hal.326)
  24. Beranilah … Jangan sampai suatu hari nanti, kau berbalik dan berharap, segala sesuatunya berakhir dengan cara yang berbeda.(hal.340)
  25. Perasaan bisa memudar seiring waktu, tapi ada beberapa hal yang tak pernah hilang, perasaan yang pantas untuk diperjuangkan. Pertanyaannya adalah, perasaanmu untuknya jatuh pada kategori yang mana? Tanyakanlah hal itu kepada dirimu sendiri, dan kau akan tahu apa yang harus kau lakukan. (hal.340)
  26. Suatu hari nanti, aku akan berlari kepadamu. Kuharap, kaulah yang akan menjadi sosok yang menunggu di garis akhir, sama halnya kau akan selalu menjadi tujuan aku berlari. (hal.355)

Lumayan banyak ya kutipannya. Tapi buat saya semua kutipan-kutipan itu adalah kutipan terbaik dari novel ini. Semoga kutipan-kutipan di atas dapat memberikan inspirasi atau pengingat tidak hanya buat saya tapi juga buat pembaca.

Advertisements