Kasim dan Burhan berteman baik. Mereka pergi ke suatu taman nasional untuk bermalam di sana.

Setelah mendirikan tenda, mereka memutuskan untuk jalan-jalan menembus hutan sebelum matahari terbenam. Kasim memiliki masalah di engkel kakinya sehingga ia hanya dapat berjalan perlahan. Mereka pun berjalan perlahan sambil mengobrol dan mengabadikan beberapa tempat atau pemandangan dengan menggunakan telepon genggam.

Mereka berdua sepakat bahwa bahaya apapun dapat terjadi pada mereka setiap saat di tempat yang mereka berdua belum kenal dengan baik. Mereka pun berjanji satu sama lain bahwa mereka akan bersatu menghadapi segala resiko yang ada.

Tiba-tiba, dari balik semak belukar yang berada sekitar sepuluh meter di depan mereka, seekor beruang coklat yang besar muncul dan mulai mendekati mereka.

Burhan, tanpa sepatah kata pun, langsung berlari dengan cepat dan menaiki pohon tertinggi yang ada di belakang mereka. Burhan melupakan temannya yang tidak bisa berjalan cepat karena ada masalah di kakinya.

Kasim terkejut melihat Burhan kabur begitu saja dan meninggalkannya sendirian padahal Burhan mengetahui kalau Kasim tidak dapat berlari dan menaiki pohon apapun di sekitarnya. Dengan akalnya, Kasim kemudian merebahkan diri ke tanah dan segera menahan nafasnya pura-pura mati.

Beruang coklat itu kemudian mendatangi Kasim dan mengendus-endus telinga Kasim beberapa menit lamanya. Setelah itu, beruang coklat itu pergi perlahan meninggalkan tempat itu tanpa sekalipun menoleh ke belakang untuk mencari makan di tempat lain.

Setelah beruang coklat itu pergi, Burhan kembali turun dan memastikan kalau mereka kini telah aman dari beruang. Burhan berlari untuk melihat Kasim yang sedang mencoba bangkit dari tanah secara perlahan.

“Kasim, apa yang dibisikkan oleh beruang coklat tadi? Sepertinya beruang coklat itu membisikkan suatu rahasia kepadamu.” Burhan bertanya dengan penuh selidik.

Sambil membersihkan bajunya dari kotoran dan dedaunan, Kasim menjawab dengan ketus, “Beruang coklat tadi memberikan nasehat kepadaku agar jangan mempercayai teman yang salah”.

Seorang sahabat adalah orang yang selalu mendukung dan ada di samping Anda apa pun situasi yang Anda hadapi.

Sumber : storiesformuslimkids.com

Advertisements