Suatu hari, seorang anak laki-laki yang berusia 10 tahun bernama Amir masuk ke sebuah coffee shop dan duduk untuk memesan es krim.

Seorang pelayan kemudian datang dan menaruh segelas air putih di meja Amir.

“Berapa harga es krim sundae?” Tanya Amir dengan tersenyum.

“Lima puluh sen ”, jawab pelayan dengan ketus sambil melihat sekeliling.

Amir kemudian merogoh saku celananya dan dengan perlahan mengambil beberapa uang koin di dalamnya.

“Hmm…kalau begitu, berapa harga es krim, Tuan?” tanya Amir dengan ramah.

Saat bersamaan datang beberapa orang ke coffe shop dan pelayan menjadi tidak sabar.

“Tiga puluh lima sen” jawab pelayan dengan kasar.

Amir kembali menghitung uang koinnya. “Saya pesan es krim saja” ujar Amir dengan lembut.

Segera pelayan membawa es krim dan menempatkannya di meja Amir dengan sedikit kasar. Kemudian pelayan menyobek kertas pesanan dari buku catatannya, menyimpannya di meja dan melangkah pergi tanpa tersenyum.

Amir begitu menikmati es krim yang ia pesan.

Setelah selesai, Amir membayar ke kasir di dekat pintu dan kemudian pergi pulang ke rumah dengan penuh rasa bahagia.

Ketika pelayan kembali ke meja Amir, wajahnya seketika berubah. Ia mulai menangis selagi melap meja.

Di meja itu, ternyata Amir menyimpan dua koin masing-masing lima sen dan lima koin masing-masing satu sen.
Amir memang tidak mendapatkan es krim sundae yang ia inginkan, karena ia sengaja menyisihkan sebagian uang koinnya yang berjumah 15 sen sebagai tip untuk pelayan tersebut.

Sumber : storiesformuslimkids.com

Advertisements