Suatu hari, seorang anak perempuan yang berusia 11 tahun bertanya kepada ayahnya, “Hadiah apa yang akan Ayah berikan kepadaku saat aku berulang tahun ke-15 nanti?”

Sang ayah menjawab, “Masih banyak waktu, Sayang.”

Namun, saat anak perempuan itu berusia 14 tahun, ia jatuh pingsan dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Setelah dokter memeriksa anak perempuan itu, ia keluar dan mengatakan pada sang ayah bahwa anak perempuannya memiliki masalah dengan jantungnya dan kemungkinan akan mati.

Ketika anak perempuannya sedang terbaring di tempat tidur rumah sakit, ia bertanya kepada sang ayah, “Ayah, apakah mereka bilang aku akan mati? “

‘‘Tidak, Sayang. Kamu akan hidup.” jawab sang ayah sambil beranjak pergi meninggalkan anak perempuannya sambil menangis.

Anak perempuan itu pun kembali bertanya, “Bagaimana Ayah bisa begitu yakin?”

Sang ayah pun berbalik dan berkata, “Aku tahu.”

Setahun kemudian, saat anak perempuan itu berusia 15 tahun, keadaannya sudah mulai pulih dan ia pun pulang ke rumahnya. Ia menemukan sepucuk surat di tempat tidurnya.

Dalam surat itu tertulis, “Putri tersayangku, jika kamu membaca surat ini, itu berarti semua berjalan baik seperti yang pernah Ayah katakan. Suatu hari kamu pernah bertanya kepada Ayah hadiah apa yang akan Ayah beri untukmu saat kamu berulang tahun ke-15. Saat itu Ayah tidak tahu jawabannya, namun sekarang Ayah hadiahkan HATIKU untukmu.”

Sang ayah telah menyumbangkan jantungnya untuk putrinya.

Advertisements